Klasifikasi dan Morfologi 15 jenis ikan air tawar
1. Ikan Mas
Klasifikasi Ilmiah:
Class
: Osteichthyes
Subclass : Actinopterygii
Ordo
: Cypriniformes
Genus
: Cyprinidae
Famili
: Cyprinus
Spesies
: Cyprinus
carpio L.
Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak
(comprossed). Mulutnya terletak dibagian tengah ujung kepala (terminal) dan
dapat disembulkan (proaktif). Di bagian anterior mulut terdapat dua pasang
sungut. Di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) yang
berbentuk atas tiga baris gigi geraham. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan
mas ditutupi sisik kecuali pada beberapa varietas yang hanya memiliki sedikit
sisik. Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe
sikloid (lingkaran). Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian
belakang berjari keras dan di bagian akhir ( sirip ketiga dan keempat )
bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan degan permukaan sisip perut
(ventral). Sirip anal mempunyai cirri seperti sirip punggung, yaitu berjari
keras dan bagian akhirnya bergerigi. Garis rusuknya tergolong lengkap, berada
di pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampai ke ujung
belakang pangkal ekor.
Kebiasaan makan Ikan Mas
adalah membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti
alat peyedot makanannya seperti alat penghisap. Jadi, umpan berstruktur lembut
dengan bentuk partikel kecil sangat cocok untuk Ikan Mas. Dalam kondisi nafsu
makan yang tinggi, apapun yang dianggapnya makanan akan dihisap kemudian
dicicipi dan yang bukan makanan akan dibuang dengan cara disemburkan. Ikan mas
pada umumnya berada di air tawar.
2.
IKAN NILA
Klasifikasi
Ilmiah
Nama
ilmiah : Oreochromis niloticus
Kerajaan
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Perciformes
Famili
: Cichlidae
Genus
: Oreochromis
Spesies
: O. niloticus
Ciri- ciri Ikan Nila Jantan yaitu dagu berwarna merah dan
kehitaman,
sirip dada berwarna kecoklatan, perut pipih dengan warna kehitaman , jika di streping
atau dipijat akan mengeluarkan sperma berwarna seperti putih susu, alat kelamin berbentuk runcing berupa tonjolan yg
berada di dekat anus. Sedangkan Ikan Nila Betina yaitu dagu berwarna putih, sirip dada berwarna kehitaman, perut berwarna putih
dan berkembang , jika perut dipijat mengeluarkan telur, alat kelamin berbentuk
bulan sabit. Salah satu kelebihan ikan nila adalah pada Kebiasaan Makan
Ikan Nila yang memakan segalanya (omnivora). Makanannya bisa berupa tumbuhan,
daging, serangga, ikan jenis lain, maupun plankton. Karena itu, ikan nila juga
relatif hemat pakan. Ikan nila pada
umumnya berada di perairan tawar.
3. IKAN GABUS
Kelas : Pisces
Subkelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Channidaeae
Genus : Channa
Species : Channa sriata/Ophiocephalus striatus
Subkelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Channidaeae
Genus : Channa
Species : Channa sriata/Ophiocephalus striatus
Ikann Gabus hidup di perairan sekitar kita,
di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Ikan gabus memiliki
kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai
snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat
gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang
dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor
berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi
samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai
lingkungan sekitarnya. Mulutbesar,dengan gigi-gigi besar dan tajam.
Di alam, Ikan Gabus menyantap pakan yang
jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk mulut yang sangat lebar, bukan halangan
bagi ikan Gabus untuk mengenyangkan perutnya.
Betutu termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah ikan-ikan kecil, cacing, atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. Ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar setiap harinya.
Betutu termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah ikan-ikan kecil, cacing, atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. Ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar setiap harinya.
4. IKAN LELE
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Siluriformes
Famili : Clariidae
Genus :
Clarias Scopoli 1777
Spesies : Clarias sp
Lele memiliki ciri-ciri yaitu tubuhnya yang licin,
agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari
sekitar bagian mulutnya. Memiliki
kumis yang terletak di area sekitar mulutnya. Kumis ini pula yang menyebabkan
ikan lele sering disebut catfish. Kumis ini memiliki fungsi sebagai
alat untuk meraba pada saat mencari makan atau bergerak biasa.
Sebagai alat bantu untuk berenang, ikan lele juga mempunyai 3 buah
sirip tunggal, yaitu sirip dubur, sirip ekor, dan sirip punggung.
Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga,
waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang
tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan. Lele mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan
atau kolam (bottom feeder). Berdasarkan jenis pakannya, lele digolongkan
sebagai ikan yang bersifat karnivora (pemakan daging). Di habitat aslinya, lele
makan cacing, siput air, belatung, laron,
jentik-jentik serangga, kutu air, dan larva serangga air. Karena bersifat
karnivora, pakan tambahan yang baik untuk lele adalah yang banyak mengandung
protein hewani. Jika pakan yang diberikan banyak mengandung protein nabati,
pertumbuhannya lambat.
5.
IKAN BAUNG
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan :
Animalia
Filum :
Chordata
Kelas :
Pisces
Subkelas :
Teleostei
Ordo :
Ostariophysi
Subordo : Siluroidea
Family : Bagridae
Genus : Mystus
Spesies : Mystus nemurus
Ikan Baung berwarna
keabu-abuan yang terdapat di punggungnya, bentuk tubuh memanjang, licin dan
tidak bersisik. Sirip
punggung tambahan berupa sirip lemah yang terletak terpisah antara sirip
punggung dan sirip ekor. Mempunyai satu pasang sungut (kumis) yang fungsinya
sebagai alat peraba dan sungut rahang atas panjangnya hampir melampaui sirip
dubur. mempunyai empat sungut peraba dan satu diantaranya
panjang sekali terletak pada sudut rahang atas, panjangnya mencapai sirip
dubur. Ikan ini memiliki kepala yang kasar. Ikan
Baung sering ditemukan pada daerah pasang surut ke hulu sungai dan tidak gemar
dengan air jernih atau air yang terlalu berlumpur. Baung termasuk kedalam karnivora,
yaitu hewan yang selama hidupnya lebih banyak makan hewan.
6. IKAN BARAU
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan :
Animalia
Kelas :
Pisces
Subkelas :
Teleostei
Ordo :
Ostariophysi
Subordo :
Cyprinoidea
Famili : cyprinidae
Genus : Hampala
Spesies :
Hampala Macrolepitoda
Bentuk tubuhnya hampir sama
dengan ikan mas, tetapi jika kita perhatikan baik-baik ikan barau ini bentuknya
lebih ramping dan lebih lansing, moncong lebih tirus dan di sudut mulutnya ada
satu pasang sungut peraba. Di
Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan di
luar Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Malaysia, Thailand dan Vietnam. Ikan
Barau termasuk ikan karnivor. Biasanya ikan Barau memakan ikan yang lebih kecil
seperti ikan pepetek, udang dan lainnya.
7. IKAN MUJAIR
Klasifikasi Ikan Mujair
(Oreochromis mossambicus)
Kingdom :
Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciforme
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromi
Spesies :Oreochromis mossambicus
Ikan mujair memiliki
bentuk yang memanjang dan pipih. Memiliki sisik yang memiliki warna kecoklatan,
abu-abu dan juga kehitaman. Namun bagian kepala ikan mujair ini memiliki bentuk
seperti ikan nila yaitu berbentuk kerucut dan oval pada bagian depan. Mata ikan
mujair ini memiliki warna kemerahan, kehitaman dan juga ada yang berwarna
kecoklatan. Mata ikan mujair sama dengan ikan lainnya yaitu memiliki bentuk
bulat, dan bagian tengah terdapat bundaran hitam. Selain itu, mata ikan akan
terdapat lingkaran berwarna kekuningan, dan keputihan tergantung dengan
umurnya. Ikan mujair ini memiliki sirip memiliki bentuk seperti sisir dan
berduri di bagian atasnya. Sirip ikan mujair ini terdiri dari beberapa warna
yaitu abu-abu, kehitaman dan juga transparan. Sirip ikan mujair ini memiliki
tulang yang terdiri dari 10-11 tulang yang menyokong sirip. Sirip ikan mujair
ini mencapai 0,5-1 cm bahkan lebih tergantung dengan pertumbuhannya. Ikan mujair hidup secara berkelompok. Tempat hidup ideal untuk
ikan mujair adalah di perairan tenang seperti bendungan, sungai dan danau air
tawar. Ikan mujair adalah omnivora yang aktif mencari makan saat hari terang
(diurnal). Saat malam, ikan mujair akan berdiam diri di dasar air untuk
beristirahat. Makanan utama mereka adalah alga dan plankton.
8. IKAN PATIN
Klasifikasi
ikan patin ( Pangasius sp)
Kingdom : Animalia
Filum :
Chordata
Kelas :
Pisces
Ordo :
Ostariophysi
Family : Pangasidae
Genus :
Pengasius
Spesies : Pangasius sp
Ikan patin memiliki badan memanjang
berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Panjang
tubuhnya bisa mencapai 120cm, suatu ukuran yang cukup besar untuk ukuran ikan
air tawar domestik. Kepala ikan patin relatif kecil dengan mulut terletak di
ujung kepala agak di sebelah bawah hal ini merupakan ciri khas golongan
catfish.pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi
sebagai peraba.
Sirip
punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patinyang
bergerigi dan besar di ebelah belakangnya. Sementara itu, jari-jari lunak sirip
pun ggung terdapat enam atau tujuh buah. Pada punggungnya terdapat sirip lemak
yang berukuran kecil sekali. Adapun sirip ekornya membentuk cagak dan bentuknya
simetris. Ikan patin ini tidak memiliki sisik. Sirip duburnya panjang, terdiri
dari 30-33 jari-jari lunak, sedangkan sirip perutnya memiliki enam jari-jari
keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagap patil.
Ikan patin hidup di perairan umum,
sungai, rawa, waduk dengan perairan agak dalam dan menetap di dasar. Ikan patin merupakan ikan yang terbiasa makan di dasar. Namun hal
ini tidak mutlak, ikan patin juga sering di jumpai memakan ikan di tengah
perairan, ataupun di permukaan. Hal ini terbukti dari seringnya pemancing
mendapatkan sambaran ikan patin disaat umpan di buat mengambang di tengah
perairan. Bahkan beberapa pemancing dengan teknik mancing casting juga sering
mendapatkan ikan patin.
9. IKAN GURAME
Klasifikasi ikan gurame
Kingdom
: Animalia
Filum
:Chordata
Kelas :
Actinopterygii
Ordo
: Perciformes
Famili
: Osphronemidae
Genus
: Osphronemus
Spesies
: Osphronemus gouramy
Secara umum, tubuh gurami berwarna
kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada.
Bentuk
tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya
mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan.
Ikan
ini memiliki gigi di rahang bawah. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik
bulat berwarna hitam. Bentuk sirip ekor membulat. Ikan ini juga memiliki
sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang
panjang yang befungsi sebagai alas peraba. Di
habitat aslinya gurame hidup di perairan tawar yang tergenang seperti rawa,
danau, dan situ.
Namun, beberapa jenis gurame dapat hidup di perairan
payau. Selain itu, gurame dapat hidup di habitat air tergenang yang keruh dan
tidak dapat ditinggali oleh ikan tawes atau ikan mas. Gurame dapat bertelur dan
berkembang biak di air yang keruh sekali pun. Namun, sebenarnya gurame lebih
menyukai perairan yang lebih jernih dan tenang. Gurame mempunyai kebiasaan makan makanan yang spesifik pada setiap
stadium pertumbuhannya. Gurame stadium larva dan benih umumnya memakan jasad
renik seperti fitoplankton, zooplankton, chlorella, kutu air, larva serangga,
dan serangga air. Sementara itu, gurame dewasa cenderung lebih menyukai
tumbuhan. Gurame dewasa biasanya memakan tumbuhan air yang lunak seperti
azolla, hydrilla, kangkung air, genjer, dan apu-apu. Di kolam budi daya, gurame
dewasa juga menyukai daun singkong, daun pepaya, dan daun talas atau sente,
yang diberikan oleh petani. Namun dalam budi daya secara intensif, pemberian
pakan alami belum cukup. Petani biasanya juga memberikan pelet atau pakan
buatan pabrik agar pertumbuhannya optimal.
10. IKAN ARWANA
Klasifikasi Ikan Arwana
Kingdom/Kerajaan :
Animalia
Filum
: Chordata (mempunyai
penyokong tubuh dalam)
Kelas
: Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
Ordo
: Osteoglossiformes (belum diketahui)
Famili
: Osteoglossidae (belum
diketahui)
Genus
: Scleropages
Spesies
: Scleropages formosus
Ciri
utama jenis ikan arwana adalah badan memanjang dengan punggung yang datar,
bersisik besar, letak mulut mengarah ke atas dengan sudut kemiringan yang
berbeda untuk kedua jenis, bentuk dahi melengkung keluar, memiliki sepasang
sungut tebal di ujung rahang bawah, bergigi, dan khusus super red berpola warna
merah pada sirip, sisik, dan tutup insang.Habitat ikan ini pada tepian sungai
yang ditumbuhi pepohonan seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis,
dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di
dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Arwana termasuk jenis ikan pemakan daging (karnivora).
Organisme yang disukainya adalah kodok, udang, kelabang, benih ikan konsumsi,
dan ikan hias berukuran kecil seperti guppy dan molly. Kodok merupakan jenis
pakan alami yang cukup baik. Adapun kebiasaan makan ikan arwana adalah sore
hari pada saat sinar matahari tidak terlalu panas dan tidak menyilaukan
sehingga arwana akan naik ke permukaan air untuk makan.
11. IKAN TOMAN
Klasifikasi ikan toman
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo :
Perciformes
Family : Channidae
Genus : Orheichepalus
Spesies : Orheichepalus
micropeltes
Terdapat garis berwarna orange mulai dari moncong hingga ke sirip
ekor bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh garis berwarna hitam yang kemudian
terputus menjadi bintik-bintik yang tidak beraturan (bercak tersebut pada
spesimen dewasa menghilang).
Ikan toman memiliki bantuk tubuh kepala picak dan badan pipih. Ikan
toman memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (pinnae dorsalis), sirip
dada (pinnae pectoralis), sirip perut (pinnae ventralis), sirip dubur (pinnae
analis) dan sirip ekor (pinnae caudalis).
Sirip punggung panjang hamper kepangkal ekor dan sirip dubur
panjang hingga kepangkal ekor. Sirip ekor mendatar dan berada di belakang. Habitat air tawar merupakan lahan ideal bagi jenis ikan toman.
Ikan Toman tergolong ikan buas, yakni predator yang memangsa aneka jenis ikan
lainnya, serta hewan-hewan lain seperti serangga dan kodok yang berada
dilingkungannya.
12. IKAN LEMPAM
Klasifikasi ikan lempam
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas :Actinopterygii
Ordo :Cypriniformes
Family :Cyprinidae
Genus :Barbonymus
Spesies :Barbonymus schwanenfeldii
Duri punggung (Keseluruhan (total))
: 3 duri punggung lunak (Keseluruhan (total)): 8; Duri dubur 3; Sirip dubur
lunak Dibedakan dari spesies lain dari genus
dalam memiliki sirip punggung merah dengan bercak hitam di ujung, dada merah ,
sirip perut dan dubur , sirip ekor merah dengan marjin putih dan garis
submarginal hitam bersama setiap lobus , dan 8 skala baris antara dorsal asal
-fin dan garis lateral. individu besar keperakan atau kuning dalam kehidupan
emas dengan dorsal fin merah dan ekor oranye sirip atau darah - merah .
Ditemukan di sungai , sungai , kanal dan parit. Terjadi pada
media untuk sungai berukuran besar dan memasuki lapangan yang tergenang. Di
Kalimantan timur , Indonesia suhu antara 20,4-33,7 ° C tercatat untuk spesies
ini.
Klasifikasi ikan jelawat
Kingdom : Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
:Actinopterygii
Ordo
:Cypriniformes
Family
:Cyprinidae
Genus
:Leptobarbus
Spesies
:Leptobarbus
hoevenii
Duri
Punggung Lunak ( Keseluruhan (total) ) : 9 ; Sirip dubur Lunak : 8. Remaja
dengan garis memanjang hitam. Thailand ke Sumatera dan Kalimantan.Ditemukan
paling sering di bebas mengalir sungai-sungai dan sungai dan musiman di dataran
banjir . Makan
parenkim dan biji pohon chaulmoogra ( Hydnocarpus ).
Klasifikasi Ikan Tawes
Kingdom : Animalia
Kelas
: Pisces
Ordo
: Osatariophysi
Famili
: Cyprinidae
Genus
: Puntius
Spesies
: Puntius javanicus
Bentuk badan agak panjang dan pipih dengan punggung meninggi,
kepala kecil, moncung meruncing, mulut kecil terletak pada ujung hidung, sungut
sangat kecil atau rudimenter. Di bawah garis rusuk terdapat sisik 5½ buah dan
3-3½ buah diantara garis rusuk dan permulaan sirip perut. Garis rusuknya
sempurna berjumlah antara 29-31 buah. Badan berwarna keperakan agak gelap di
bagian punggung. Pada moncong terdapat tonjolan-tonjolan yang sangat kecil.
Sirip punggung dan sirip ekor berwarna abu-abu atau kekuningan, sirip dada berwarna
kuning dan sirip dubur berwarna oranye terang. Di alam, tawes ditemukan hidup
di jaringan sungai dan anak-anak sungai, dataran banjir, hingga ke waduk-waduk.
Agaknya ikan ini menyukai air yang diam menggenang. Tercatat pula migrasi ikan
ini meski tidak terlampau jauh, yakni dari sungai besar ke anak-anak sungai,
saluran, dan dataran banjir, khususnya di awal musim hujan. Tawes bersifat
herbivora utamanya memakan tumbuh-tumbuhan seperti Hydrilla, aneka tumbuhan
air, dan daun-daunan yang terjatuh ke sungai. Tawes mau juga memangsa aneka
invertebrata. Suhu air yang ideal untuk hidupnya antara 22-28 °C.
15.
IKAN KAPIEK
Klasifikasi Ikan Kapiek
Kerajaan : Animalia
Kelas
: Pisces
Ordo
: Cypriniformes
Famili
: Cyprinidae
Genus
: Barbodes
Spesies
: Barbodes sehwanefeldi
Bentuk
tubuh gepeng dan berbadan tinggi. Warna tubuh putih seperti petak dengan
punggungyang abu-abukecoklatan dan perutnya putih mengkilat jumlah gurat
sisiada 35-36 keping. Gurat sisi sempurna, sirip punggung merah dengan bercak
kehitaman Pada ujungnya, sirip dadqa dan perut berwarna nmerah, sirip ekor
berwarma orange atau merah dengan pinggiran garis hitam atau putihsepanjang
cuping sirip ekor.
Ikan
kapiek hidup di dasar perairan berpasir lumpur dan tempat berbatu yang banyak
ditumbuhi tanaman air.Distribusi ikan kapiek di indonesia terdapat hampir di
seluruh perairan Pulau Sumatera ,di samping itu juga Borneo.Ikan kapiek juga dijumpai pada kedalaman
perairan 1-4 meter,suhu 25-30 derajat celcius,kecerahan 40-120 cm,pH 5-7 dengan
keadaan arus lemah atau pada tempat yang merupakan lubuk. Ikan
ini tergolong sebagai ikan pemakan segala makanan (omnivora) dan tidak
mengganggu jenis ikan kecil diperairan dimana dia hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar