Tampilkan postingan dengan label ikan air tawar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan air tawar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

klasifikasi jenis ikan air tawar



  Klasifikasi dan Morfologi 15 jenis ikan air tawar
1. Ikan Mas








Klasifikasi Ilmiah:
Class             : Osteichthyes
Subclass       : Actinopterygii
Ordo             : Cypriniformes
Genus          : Cyprinidae
Famili           : Cyprinus
Spesies          : Cyprinus carpio L.

      Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak (comprossed). Mulutnya terletak dibagian tengah ujung kepala (terminal) dan dapat disembulkan (proaktif). Di bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) yang berbentuk atas tiga baris gigi geraham. Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik kecuali pada beberapa varietas yang hanya memiliki sedikit sisik. Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran). Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjari keras dan di bagian akhir ( sirip ketiga dan keempat ) bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan degan permukaan sisip perut (ventral). Sirip anal mempunyai cirri seperti sirip punggung, yaitu berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. Garis rusuknya tergolong lengkap, berada di pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.
      Kebiasaan makan Ikan Mas adalah membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti alat peyedot makanannya seperti alat penghisap. Jadi, umpan berstruktur lembut dengan bentuk partikel kecil sangat cocok untuk Ikan Mas. Dalam kondisi nafsu makan yang tinggi, apapun yang dianggapnya makanan akan dihisap kemudian dicicipi dan yang bukan makanan akan dibuang dengan cara disemburkan. Ikan mas pada umumnya berada di air tawar.


2. IKAN NILA



Klasifikasi Ilmiah
Nama ilmiah : Oreochromis niloticus
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Famili              : Cichlidae
Genus              : Oreochromis
Spesies            : O. niloticus

        Ciri- ciri Ikan Nila Jantan yaitu dagu berwarna merah dan kehitaman, sirip dada berwarna kecoklatan, perut pipih dengan warna kehitaman , jika di streping atau dipijat akan mengeluarkan sperma berwarna seperti putih susu, alat kelamin berbentuk runcing berupa tonjolan yg berada di dekat anus. Sedangkan Ikan Nila Betina yaitu dagu berwarna putih, sirip dada berwarna kehitaman, perut berwarna putih dan berkembang , jika perut dipijat mengeluarkan telur, alat kelamin berbentuk bulan sabit. Salah satu kelebihan ikan nila adalah pada Kebiasaan Makan Ikan Nila yang memakan segalanya (omnivora). Makanannya bisa berupa tumbuhan, daging, serangga, ikan jenis lain, maupun plankton. Karena itu, ikan nila juga relatif hemat pakan. Ikan  nila pada umumnya berada di perairan tawar.








3. IKAN GABUS
Kelas            :   Pisces
Subkelas       :   Actinopterygii
Ordo             :    Perciformes
Famili            :   Channidaeae
Genus            :   Channa
Species          :   Channa sriata/Ophiocephalus striatus
     
      Ikann Gabus hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulutbesar,dengan gigi-gigi besar dan tajam.
      Di alam, Ikan Gabus menyantap pakan yang jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk mulut yang sangat lebar, bukan halangan bagi ikan Gabus untuk mengenyangkan perutnya.
Betutu termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah ikan-ikan kecil, cacing, atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. Ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar setiap harinya.
               







4. IKAN LELE


Kerajaan    : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii
Ordo          : Siluriformes
Famili        : Clariidae
      Genus        : Clarias Scopoli 1777
      Spesies      : Clarias sp

                              Lele memiliki ciri-ciri yaitu tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Memiliki kumis yang terletak di area sekitar mulutnya. Kumis ini pula yang menyebabkan ikan lele sering disebut catfish. Kumis ini memiliki fungsi sebagai alat untuk meraba pada saat mencari makan atau bergerak biasa.
Sebagai alat bantu untuk berenang, ikan lele juga mempunyai 3 buah sirip tunggal, yaitu sirip dubur, sirip ekor, dan sirip punggung.
                   Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan. Lele mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam (bottom feeder). Berdasarkan jenis pakannya, lele digolongkan sebagai ikan yang bersifat karnivora (pemakan daging). Di habitat aslinya, lele makan cacing, siput air, belatung, laron, jentik-jentik serangga, kutu air, dan larva serangga air. Karena bersifat karnivora, pakan tambahan yang baik untuk lele adalah yang banyak mengandung protein hewani. Jika pakan yang diberikan banyak mengandung protein nabati, pertumbuhannya lambat

5.  IKAN BAUNG


Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Pisces
Subkelas          : Teleostei
Ordo                : Ostariophysi
Subordo          : Siluroidea
Family             : Bagridae
Genus              : Mystus
Spesies            : Mystus nemurus

Ikan Baung berwarna keabu-abuan yang terdapat di punggungnya, bentuk tubuh memanjang, licin dan tidak bersisik. Sirip punggung tambahan berupa sirip lemah yang terletak terpisah antara sirip punggung dan sirip ekor. Mempunyai satu pasang sungut (kumis) yang fungsinya sebagai alat peraba dan sungut rahang atas panjangnya hampir melampaui sirip dubur. mempunyai empat sungut peraba dan satu diantaranya panjang sekali terletak pada sudut rahang atas, panjangnya mencapai sirip dubur. Ikan ini memiliki kepala yang kasar. Ikan Baung sering ditemukan pada daerah pasang surut ke hulu sungai dan tidak gemar dengan air jernih atau air yang terlalu berlumpur. Baung termasuk kedalam karnivora, yaitu hewan yang selama hidupnya lebih banyak makan hewan.

6. IKAN BARAU
 
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan          : Animalia
Kelas               : Pisces
Subkelas          : Teleostei
Ordo                : Ostariophysi
Subordo          : Cyprinoidea
Famili             : cyprinidae
Genus             : Hampala
Spesies            : Hampala Macrolepitoda

      Bentuk tubuhnya hampir sama dengan ikan mas, tetapi jika kita perhatikan baik-baik ikan barau ini bentuknya lebih ramping dan lebih lansing, moncong lebih tirus dan di sudut mulutnya ada satu pasang sungut peraba. Di Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan di luar Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Malaysia, Thailand dan Vietnam. Ikan Barau termasuk ikan karnivor. Biasanya ikan Barau memakan ikan yang lebih kecil seperti ikan pepetek, udang dan lainnya.

7. IKAN MUJAIR
 
Klasifikasi Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciforme    
Famili              : Cichlidae
Genus              : Oreochromi
Spesies            :Oreochromis mossambicus
             Ikan mujair memiliki bentuk yang memanjang dan pipih. Memiliki sisik yang memiliki warna kecoklatan, abu-abu dan juga kehitaman. Namun bagian kepala ikan mujair ini memiliki bentuk seperti ikan nila yaitu berbentuk kerucut dan oval pada bagian depan. Mata ikan mujair ini memiliki warna kemerahan, kehitaman dan juga ada yang berwarna kecoklatan. Mata ikan mujair sama dengan ikan lainnya yaitu memiliki bentuk bulat, dan bagian tengah terdapat bundaran hitam. Selain itu, mata ikan akan terdapat lingkaran berwarna kekuningan, dan keputihan tergantung dengan umurnya. Ikan mujair ini memiliki sirip memiliki bentuk seperti sisir dan berduri di bagian atasnya. Sirip ikan mujair ini terdiri dari beberapa warna yaitu abu-abu, kehitaman dan juga transparan. Sirip ikan mujair ini memiliki tulang yang terdiri dari 10-11 tulang yang menyokong sirip. Sirip ikan mujair ini mencapai 0,5-1 cm bahkan lebih tergantung dengan pertumbuhannya. Ikan mujair hidup secara berkelompok. Tempat hidup ideal untuk ikan mujair adalah di perairan tenang seperti bendungan, sungai dan danau air tawar. Ikan mujair adalah omnivora yang aktif mencari makan saat hari terang (diurnal). Saat malam, ikan mujair akan berdiam diri di dasar air untuk beristirahat. Makanan utama mereka adalah alga dan plankton.

8. IKAN PATIN
 
Klasifikasi ikan patin ( Pangasius sp)
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Pisces
Ordo                : Ostariophysi
Family             : Pangasidae
Genus             : Pengasius
Spesies            : Pangasius sp

              Ikan patin memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 120cm, suatu ukuran yang cukup besar untuk ukuran ikan air tawar domestik. Kepala ikan patin relatif kecil dengan mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah hal ini merupakan ciri khas golongan catfish.pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.
                  Sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patinyang bergerigi dan besar di ebelah belakangnya. Sementara itu, jari-jari lunak sirip pun ggung terdapat enam atau tujuh buah. Pada punggungnya terdapat sirip lemak yang berukuran kecil sekali. Adapun sirip ekornya membentuk cagak dan bentuknya simetris. Ikan patin ini tidak memiliki sisik. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak, sedangkan sirip perutnya memiliki enam jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagap patil.
Ikan patin hidup di perairan umum, sungai, rawa, waduk dengan perairan agak dalam dan menetap di dasar. Ikan patin merupakan ikan yang terbiasa makan di dasar. Namun hal ini tidak mutlak, ikan patin juga sering di jumpai memakan ikan di tengah perairan, ataupun di permukaan. Hal ini terbukti dari seringnya pemancing mendapatkan sambaran ikan patin disaat umpan di buat mengambang di tengah perairan. Bahkan beberapa pemancing dengan teknik mancing casting juga sering mendapatkan ikan patin.


9. IKAN GURAME
 
Klasifikasi ikan gurame
Kingdom       : Animalia
Filum       :Chordata
Kelas            : Actinopterygii
Ordo             : Perciformes
Famili            : Osphronemidae
Genus            : Osphronemus
Spesies          : Osphronemus gouramy

  Secara umum, tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada.
Bentuk tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan.
Ikan ini memiliki gigi di rahang bawah. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik bulat berwarna hitam. Bentuk sirip ekor membulat. Ikan ini juga memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alas peraba. Di habitat aslinya gurame hidup di perairan tawar yang tergenang seperti rawa, danau, dan situ.
   Namun, beberapa jenis gurame dapat hidup di perairan payau. Selain itu, gurame dapat hidup di habitat air tergenang yang keruh dan tidak dapat ditinggali oleh ikan tawes atau ikan mas. Gurame dapat bertelur dan berkembang biak di air yang keruh sekali pun. Namun, sebenarnya gurame lebih menyukai perairan yang lebih jernih dan tenang. Gurame mempunyai kebiasaan makan makanan yang spesifik pada setiap stadium pertumbuhannya. Gurame stadium larva dan benih umumnya memakan jasad renik seperti fitoplankton, zooplankton, chlorella, kutu air, larva serangga, dan serangga air. Sementara itu, gurame dewasa cenderung lebih menyukai tumbuhan. Gurame dewasa biasanya memakan tumbuhan air yang lunak seperti azolla, hydrilla, kangkung air, genjer, dan apu-apu. Di kolam budi daya, gurame dewasa juga menyukai daun singkong, daun pepaya, dan daun talas atau sente, yang diberikan oleh petani. Namun dalam budi daya secara intensif, pemberian pakan alami belum cukup. Petani biasanya juga memberikan pelet atau pakan buatan pabrik agar pertumbuhannya optimal.

10. IKAN ARWANA
 
Klasifikasi Ikan Arwana
Kingdom/Kerajaan       : Animalia
Filum                            : Chordata (mempunyai penyokong tubuh dalam)
Kelas                           : Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
Ordo                            : Osteoglossiformes (belum diketahui)
Famili                           : Osteoglossidae (belum diketahui)
Genus                           : Scleropages
Spesies                         : Scleropages formosus

           Ciri utama jenis ikan arwana adalah badan memanjang dengan punggung yang datar, bersisik besar, letak mulut mengarah ke atas dengan sudut kemiringan yang berbeda untuk kedua jenis, bentuk dahi melengkung keluar, memiliki sepasang sungut tebal di ujung rahang bawah, bergigi, dan khusus super red berpola warna merah pada sirip, sisik, dan tutup insang.Habitat ikan ini pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis, dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Arwana termasuk jenis ikan pemakan daging (karnivora). Organisme yang disukainya adalah kodok, udang, kelabang, benih ikan konsumsi, dan ikan hias berukuran kecil seperti guppy dan molly. Kodok merupakan jenis pakan alami yang cukup baik. Adapun kebiasaan makan ikan arwana adalah sore hari pada saat sinar matahari tidak terlalu panas dan tidak menyilaukan sehingga arwana akan naik ke permukaan air untuk makan.
  
11. IKAN TOMAN
 
Klasifikasi ikan toman
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas        : Actinopterygii
Ordo         : Perciformes
Family       : Channidae
Genus        : Orheichepalus
Spesies      : Orheichepalus micropeltes

      Terdapat garis berwarna orange mulai dari moncong hingga ke sirip ekor bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh garis berwarna hitam yang kemudian terputus menjadi bintik-bintik yang tidak beraturan (bercak tersebut pada spesimen dewasa menghilang).
Ikan toman memiliki bantuk tubuh kepala picak dan badan pipih. Ikan toman memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (pinnae dorsalis), sirip dada (pinnae pectoralis), sirip perut (pinnae ventralis), sirip dubur (pinnae analis) dan sirip ekor (pinnae caudalis).
Sirip punggung panjang hamper kepangkal ekor dan sirip dubur  panjang hingga kepangkal ekor. Sirip ekor mendatar dan berada di belakang. Habitat air tawar merupakan lahan ideal bagi jenis ikan toman. Ikan Toman tergolong ikan buas, yakni predator yang memangsa aneka jenis ikan lainnya, serta hewan-hewan lain seperti serangga dan kodok yang berada dilingkungannya.

12. IKAN LEMPAM
 
Klasifikasi ikan lempam
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         :Actinopterygii
Ordo          :Cypriniformes
Family       :Cyprinidae
Genus        :Barbonymus
Spesies      :Barbonymus schwanenfeldii

        Duri punggung (Keseluruhan (total)) : 3 duri punggung lunak (Keseluruhan (total)): 8; Duri dubur 3; Sirip dubur lunak Dibedakan dari spesies lain dari genus dalam memiliki sirip punggung merah dengan bercak hitam di ujung, dada merah , sirip perut dan dubur , sirip ekor merah dengan marjin putih dan garis submarginal hitam bersama setiap lobus , dan 8 skala baris antara dorsal asal -fin dan garis lateral. individu besar keperakan atau kuning dalam kehidupan emas dengan dorsal fin merah dan ekor oranye sirip atau darah - merah .
      Ditemukan di sungai , sungai , kanal dan parit. Terjadi pada media untuk sungai berukuran besar dan memasuki lapangan yang tergenang. Di Kalimantan timur , Indonesia suhu antara 20,4-33,7 ° C tercatat untuk spesies ini.

13.  IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) 
 
Klasifikasi ikan jelawat
Kingdom   : Animalia           
Filum         : Chordata
Kelas         :Actinopterygii
Ordo          :Cypriniformes
Family       :Cyprinidae
Genus        :Leptobarbus
Spesies      :Leptobarbus hoevenii

      Duri Punggung Lunak ( Keseluruhan (total) ) : 9 ; Sirip dubur Lunak : 8. Remaja dengan garis memanjang hitam. Thailand ke Sumatera dan Kalimantan.Ditemukan paling sering di bebas mengalir sungai-sungai dan sungai dan musiman di dataran banjir . Makan parenkim dan biji pohon chaulmoogra ( Hydnocarpus ).

14.  IKAN TAWES 
 
Klasifikasi Ikan Tawes
Kingdom         : Animalia
Kelas               : Pisces
Ordo                : Osatariophysi
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Puntius
Spesies            : Puntius javanicus

                Bentuk badan agak panjang dan pipih dengan punggung meninggi, kepala kecil, moncung meruncing, mulut kecil terletak pada ujung hidung, sungut sangat kecil atau rudimenter. Di bawah garis rusuk terdapat sisik 5½ buah dan 3-3½ buah diantara garis rusuk dan permulaan sirip perut. Garis rusuknya sempurna berjumlah antara 29-31 buah. Badan berwarna keperakan agak gelap di bagian punggung. Pada moncong terdapat tonjolan-tonjolan yang sangat kecil. Sirip punggung dan sirip ekor berwarna abu-abu atau kekuningan, sirip dada berwarna kuning dan sirip dubur berwarna oranye terang. Di alam, tawes ditemukan hidup di jaringan sungai dan anak-anak sungai, dataran banjir, hingga ke waduk-waduk. Agaknya ikan ini menyukai air yang diam menggenang. Tercatat pula migrasi ikan ini meski tidak terlampau jauh, yakni dari sungai besar ke anak-anak sungai, saluran, dan dataran banjir, khususnya di awal musim hujan. Tawes bersifat herbivora utamanya memakan tumbuh-tumbuhan seperti Hydrilla, aneka tumbuhan air, dan daun-daunan yang terjatuh ke sungai. Tawes mau juga memangsa aneka invertebrata. Suhu air yang ideal untuk hidupnya antara 22-28 °C.


15.  IKAN KAPIEK 



Klasifikasi Ikan Kapiek
Kerajaan          : Animalia
Kelas               : Pisces
Ordo                : Cypriniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Barbodes
Spesies            : Barbodes sehwanefeldi

            Bentuk tubuh gepeng dan berbadan tinggi. Warna tubuh putih seperti petak dengan punggungyang abu-abukecoklatan dan perutnya putih mengkilat jumlah gurat sisiada 35-36 keping. Gurat sisi sempurna, sirip punggung merah dengan bercak kehitaman Pada ujungnya, sirip dadqa dan perut berwarna nmerah, sirip ekor berwarma orange atau merah dengan pinggiran garis hitam atau putihsepanjang cuping sirip ekor.
Ikan kapiek hidup di dasar perairan berpasir lumpur dan tempat berbatu yang banyak ditumbuhi tanaman air.Distribusi ikan kapiek di indonesia terdapat hampir di seluruh perairan Pulau Sumatera ,di samping itu juga Borneo.Ikan kapiek juga dijumpai pada kedalaman perairan 1-4 meter,suhu 25-30 derajat celcius,kecerahan 40-120 cm,pH 5-7 dengan keadaan arus lemah atau pada tempat yang merupakan lubuk. Ikan ini tergolong sebagai ikan pemakan segala makanan (omnivora) dan tidak mengganggu jenis ikan kecil diperairan dimana dia hidup.